my self

my self

Selasa, 24 Juni 2014

Karya Ilmiah Populer



MAKALAH
Karya Ilmiah Populer
Dosen Pembimbing:
Agustine Nurhayati, M. Pd.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

                                                                                                                                                                                                                          





Oleh:
Sururun Marfu’ah (13711014)
Fika Rizqiatun Nisak (13711017)
Wahyu Agung Laksono (13711011)

Fakultas Psikologi
Universitas Muhammadiyah Gresik
2013


A.      Pengertian
Karya ilmiah populer merupakan sebuah tulisan yang bersifat ilmiah, tetapi diungkapkan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti atau Karya ilmiah populer merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Menurut Liang Gee (dalam Dalman, 2012: 155) karangan ilmiah populer adalah semacam karangan ilmiah yang mencakup ciri-ciri karangan ilmiah, yaitu menyajikan fakta-fakta secara cermat, jujur, netral, dan sistematis, sedangkan pemaparannya jelas, ringkas, dan tepat.
Menurut Wardani  (2007:17) karya ilmiah populer adalah karya ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang populer atau santai sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Untuk dapat mengerti pengertian karya tulis ilmiah populer, ada baiknya kita mengkajinya dari kata-kata pembentuknya yaitu tulisan, ilmiah, dan populer. Tulisan adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. Orang yang menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain itu disebut penulis.
Dalam KBBI (2002:370-371) disebutkan bahwa kata ilmiah diartikan sebagai bersifat ilmu atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan, sedangkan ilmiah populer diartikan sebagai mengunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Sedangkan istilah populer sendiri artinya dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa populer berarti dikenal dan disukai orang banyak (umum). Bisa juga berarti sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya, atau mudah dipahami orang banyak. Istilah popular merujuk kepada penggunaan bahasa yang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh masyarakat pembacanya yang begitu beragam.
Karya tulis ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Slamet Suseno (dalam Dalman, 2012: 156) mengemukakan bahwa karya tulis ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur tulisan orang lain daripada dengan jalan menulis gagasan, pendapat, dan pernyataannya sendiri. Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal kehidupan sehari-hari.



























B.      Ciri-ciri Karya Ilmiah Populer
Ciri-ciri karangan ilmiah popular:
1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2. Fakta yang disimpulkan subyektif
3. Gaya bahasa formal dan popular
4. Mementingkan diri penulis
5. Melebihkan-lebihkan sesuatu
6. Usulan-usulan bersifat argumentatif
7. Bersifat persuasif.
















C.      Karakteristik Karangan Ilmiah Populer
 karakteristik karangan ilmiah populer yaitu:
  1. Apabila pembaca artikel jurnal adalah profesional atau spesialis dalam suatu disiplin ilmu, maka pembaca karangan ilmiah populer adalah masyarakat umum, awam atau profesional dalam bidang lain.
  2. Apabila penulis artikel jurnal selain memberikan nama, lembaga akademik tempat ia bekerja serta kualifikasi akademiknya, maka penulis karangan ilmiah populer menuliskan nama tanpa informasi lain, kecuali ia adalah repoter.
  3. Apabila artikel jurnal ditulis dengan gaya tulis faktual dan “dingin” (tak-emosional) demi objektifitas, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan gaya informal, anekdot, personal, serta menghibur.
  4. Apabila artikel jurnal ditulis dengan kalimat yang lebih kompleks dan relatif panjang serta penuh dengan istilah teknis, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan kalimat-kalimat singkat dan sederhana serta mudah dibaca.
  5. Apabila artikel jurnal menyertakan kutipan, catatan kaki (footnotes) dan daftar pustaka agar materi yang ditulis dapat divalidasi, maka karangan ilmiah populer umumnya tidak meyertakan informasi-informasi tersebut.
  6. Apabila artikel jurnal lebih dipenuhi tulisan verbal dan sedikit tabel, maka karangan ilmiah populer seringkali dilengkapi dengan berbagai ilustrasi, gambar, foto, dll.
g.      Apabila kebenaran isi artikel jurnal dievaluasi melalui reviu oleh sejawat atau dewan pakar sebagai “referee”, maka pertanggungjawaban isi karangan ilmiah populer cukup diberikan oleh editor majalah.




D. Menulis Karangan Ilmiah Populer
Banyak majalah atau surat kabar mempunyai rubrik iptek yang memuat tulisan-tulisan yang memaparkan aspek khusus iptek dengan menggunakan bahasan umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam. Tulisan seperti itu dinamakan karangan ilmiah populer, yang dikarang oleh penulisnya untuk mengomunikasikan sejarah, penemuan, perkembangan baru, aplikasi, atau juga isu kontroversi iptek kepada masyarakat awam agar mereka dapat mengikuti perkembangan iptek tersebut. Tidak seperti halnya artikel jurnal, karangan ilmiah populer dari sudut materi tidak mendalam, namun memberi kejelasan kepada awam tentang fenomena iptek.
Keberadaan karangan ilmiah populer di majalah dan surat kabar di samping menjadi wahana untuk mengomunikasikan iptek kepada masyarakat awam, juga membawa misi menghibur atau menjadi selingan (entertainment) bagi pembaca majalah atau surat kabar tersebut. Oleh karena misinya seperti itu, maka sebuah karangan ilmiah populer harus menarik pembaca majalah dan surat kabar untuk membacanya. Berbeda halnya dengan jurnal ilmiah yang harus dibaca oleh para profesional dalam bidangnya, majalah dan surat kabar harus bersaing merebut hati pembacanya. Dalam kaitan itu, karangan ilmiah populer dalam media massa perlu berkontribusi pada pembentukan daya tarik media secara keseluruhan. Bahkan dapat pula justru karangan-karangan ilmiah populer menjadi “selling point” media massa tersebut.
   Mengetahui bagaimana menulis karangan ilmiah populer sangat penting bagi ilmuwan yang memosisikan diri sebagai komunikator iptek atau jurnalis iptek, baik sebagai pekerjaan utama atau tambahan.






E. Topik Karangan Ilmiah Populer
1. Mengaitkan dengan kondisi aktual
Contoh: Masih segar dalam ingatan kita ketika beberapa waktu yang lalu, Kementrian Komunikasi dan bersama-sama dengan komunitas telematika Indonesia meluncurkan satu konsep bulan telematika ICT (Information and Communication Technology) month yang akan jatuh pada bulan Agustus 2003. Tujuan utamanya adalah usaha sosialisasi aplikasi teknologi informasi dan komunikasi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat…
IlmuKomputer.com, Strategi mengelola situs E-Learning Romi Satria Wahono.
Tulisannya dimulai dengan leading kondisi aktual. Sebagian pembaca mungkin pernah mendengar konsep bulan telematika yang sedang aktual. Tapi apa sebenarnya di balik konsep itu? Nah dari kondisi aktual inilah penulis membidik pembaca.
2. Mengaitkan dengan kegiatan sehari-hari
Contoh: Sebenarnya menangis saat mengupas/ memotong/ mengiris bawang bisa menyehatkan mata. Beberapa pakar percaya, air mata yang keluar karena rangsangan hawa bawang membersihkan mata dan kelopaknya dari debu dan kuman. Keluarnya air mata ini membuat mata bening dan berbinar. pikiran-rakyat, Tak cengeng saat mengupas bawang Febdian Rusydi.
Contoh diatas bernuansa entertainment, artinya topik yang dipilih mudah dicerna, membacanya bersifat refreshing. Mudah dicerna karena berkaitan erat dengan kejadian sehari-hari. Siapa yang tidak pernah merasakan perihnya memotong bawang? Lain halnya dengan tulisan ilmiah hasil penelitian kandungan bawang berikut metodenya. Siapa peduli membacanya? Ilmiah populer yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari membuat pembaca merasa sedikit lebih clever setelah membacanya. Merasa puas mengerti apa yang terjadi disekitarnya. Dengan cara ini pembaca awam menjadi akrab dengan ilmu di luar spesialisasinya.
3. Menyajikan value added (nilai tambah)
Contoh: Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut  karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet. IlmuKomputer.com, Belajar menjadi Hacker, Onno W. Purbo.
Bagi sebagian pembaca awam, hacker suatu dosa berat. Tapi penulis memilih sudut pandang yang unik: belajar hacker itu penting untuk keamanan. Dengan penyajian ini, pembaca merasa perlu belajar ilmu si penulis: ada value added dari topik yang disajikan.
4. Memperkenalkan ilmu atau temuan baru
Teknologi ini mula-mula dipraktekan di negara yang terkenal dengan budaya gourmet alias Perancis. Akhir-akhir ini banyak berkembang di Jerman. Bagaimana tidak, kompor dengan teknologi induksi banyak membawa keuntungan. Panasnya cepat, mudah diatur. Dan yang paling menentukan, permukaan kompor dari bahan keramik ini tidak panas sama sekali. Hanya isi panci anda yang menjadi panas! Amazing bukan? Tidak seperti kompor listrik, dengan teknologi induksi ini panas tidak terjadi pada permukaan kompor, melaikan dalam panci itu sendiri. Kochen mit Induktion, Anja Anja Arp, Servize Zeit wdr.
Memperkenalkan ilmu atau temuan baru serta mengaitkan dengan kebutuhan masyarakat adalah salah satu tugas penulisan ilmiah populer. Dengan memperkenalkan iptek, tingkat acceptance iptek itu sendiri semakin bertambah di kalangan masayarakat. Tidak harus melulu, kebutuhan sehari-hari, contoh lain sejenis misalnya manfaat penggunaan software SAP untuk bidang bisnis, teknologi baru operasi dengan laser di rumah sakit, dsb.
















F. Gaya Penulisan Karangan Ilmiah Populer
            Mulai karangan dengan pendahuluan yang kreatif, yang mampu merangkul atau mencuri perhatian pembaca, serta mendorong pembaca untuk membaca bagian-bagian berikutnya. Lebih kreatif bagian pendahuluan, lebih besar peluang suatu karangan ilmiah populer dibaca tuntas pembacanya. Kalimat-kalimat perlu dirangkai sehingga di samping memberikan kejelasan maknanya dan berkontribusi pada tema artikel, juga menyebabkan pembaca tertarik untuk membaca artikel sampai tuntas.
            Agar mudah dicerna pembaca secara lebih luas, karangan ilmiah populer hendaknya ditulis dengan panjang kalimat dan panjang paragraf yang sesuai bagi pembaca, dari berbagai lapisan masyarakat. Pembaca majalah atau surat kabar tidak mempunyai tingkat pendidikan seperti penulis, hingga jangan menggunakan kata-kata yang tidak akan dimengerti. Pemahaman terhadap isi artikel akan menyebabkan pembaca menyenangi apa yang dibacanya dan merasa nyaman dengan majalah atau surat kabar pemuatnya secara keseluruhan.
            Gunakan bahasa yang kolokial (informal) untuk mengembangkan “hubungan yang dekat” antara penulis dan pembaca. Buat pula agar pembaca merasa sedang berdialog secara sejajar dengan penulisnya, bukan sedang diajari oleh seorang pakar.
            Tingkatkan dimensi “human interest” dari artikel ilmiah populer yang ditulis, dengan cara memasukkan unsur cerita, anekdot, dan humor pada artikel. Pada dasarnya, manusia lebih tertarik pada cerita tentang orang lain daripada objek lainnya. Oleh karenanya, memberikan sentuhan-sentuhan kemanusiaan pada karangan ilmiah populer dapat meningkatkan daya tarik artikel tersebut.
Gunakan analogi dan metafora untuk memberikan penjelasan tentang suatu proses yang kompleks. Sertakan ilustrasi-ilustrasi bergambar untuk memperjelas, selingan, dan juga hiasan, seperti halnya foto, diagram, tabel, gambar, atau karikatur.
Tiap paragraf harus terstruktur dengan cara yang sama. Paragraf harus mulai dengan kalimat topik, dan lalu diikuti oleh informasi yang berhubungan dengan topik dalam kalimat topik. Sistematika penulisan dapat berbagai macam, bergantung pada pada sifat materi yang dipaparkan.
Apa pun pola pengembangan paparan yang dipilih, harus menunjukkan kelogisan paparan, sehingga mereka merasa nyamanketika membaca artikel tersebut, serta mengerti apa yang dibacanya itu. Tutup artikel dengan sebuah rangkuman yang menjadi simpulan dari semua paparan. Penutup merupakan titik kekuatan artikel, sehingga perlu ditulis secara hati-hati.














G. Contoh Artikel Karya Ilmiah Populer
Pertumbuhan emosional dan Bimbingan Orang Tua untuk Remaja
Ketika anak-anak tumbuh menjadi remaja mereka menghadapi tekanan tambahan yang mereka telah terisolasi dari tahun-tahun sebelumnya mereka. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat dari kegiatan sosial tambahan, tanggung jawab sekolah tambahan atau bahkan sebagai hasil dari mereka yang ingin mengambil keputusan sendiri tanpa bantuan orang tua atau wali. Hal ini dapat menyebabkan mereka cukup penderitaan yang pada saat yang sama juga dapat membantu pertumbuhan emosional mereka. Mereka perlu belajar untuk mengatasi stres dan situasi yang tidak biasa ketika menghadapi kecemasan dan ketidakberdayaan kemungkinan.
Orang tua dari remaja dalam situasi seperti kadang-kadang cukup sulit ditekan menjadi ingin melakukan sesuatu untuk meringankan masalah remaja itu. Setiap gangguan dalam proses alami pembangunan penuh dengan bahaya. Orang tua hanya bisa memberikan nasihat bila diminta dan akan melakukan dengan baik untuk menjauhkan diri dari campur kecuali situasi mengancam yang melihat. Mereka harus terus berusaha untuk mendorong harga diri remaja dalam rangka untuk memungkinkan mereka untuk memiliki kepercayaan diri untuk berurusan dengan situasi yang tidak biasa mereka menemukan diri mereka masuk Dalam situasi seperti itu, tekanan teman sebaya dan interaksi dengan orang-orang usia mereka sendiri lebih dari kemungkinan untuk bisa membantu. Hal ini sangat membantu jika rekan-rekan mereka telah menghadapi situasi yang sama dan memiliki pelajaran dari itu. Berbagi pengalaman ini adalah cara yang bagus untuk ikatan dan persahabatan yang menghasilkan bentuk ini mungkin akan tahan lama dan berguna untuk remaja.
Orangtua perlu menjadi cerdas secara emosional memiliki pengaruh pada remaja yang akan memungkinkan mereka untuk menjadi sadar sosial sambil tetap stabil dan fleksibel dalam emosi mereka.
Ketika orangtua berinteraksi dengan anak, terutama remaja, tingkat stres tertentu yang dibawa masuk orang tua perlu menjaga stres ini terkendali karena hal ini dapat dengan mudah dirasakan oleh remaja. Stres ini dapat menyebabkan anak menemukan interaksi terus-menerus menjengkelkan dan dapat menyebabkan anak untuk menghindari situasi. Menerima kenyataan bahwa sebagai orangtua Anda juga manusia dan memiliki kebutuhan Anda sendiri waktu dan ruang. Biarkan remaja tahu ini cukup tegas dan hampir yakin bahwa remaja akan menerima kenyataan dan hidup dengan itu. Jadilah konsisten dalam semua transaksi Anda dengan masalah mereka dan bahkan jika mereka menemukan keputusan Anda menjengkelkan, mereka masih akan menghormati untuk keteguhan yang Anda tunjukkan.
Janganlah salah perasaan bersalah datang ke berurusan dengan anak remaja Anda. Anak-anak selalu cepat untuk menemukan perasaan seperti itu dan lebih dari kemungkinan untuk mengambil keuntungan dari itu. Jika Anda merasa bersalah dengan cara apapun, lebih baik untuk memperbaiki situasi yang menyebabkan rasa bersalah ini. Tampilkan remaja Anda rasa hormat yang masih muda dan mengembangkan kepribadian telah datang ke harapkan. Mendengarkan masalah mereka dan saran yang mereka miliki dan tidak pernah berbaring hukum. Jelaskan situasi Anda dengan cara yang dewasa. Remaja akan merespon saat Anda menempatkan tanggung jawab dari pemahaman pada mereka. (Internet, http://ikasamsumantri.wordpress.com/2012/10/12/contoh-karya-ilmiah-populer.)





Daftar Pustaka
Alek A & Achmad H.P. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana.
Nuraini Widiyanti, Putri. 2013. Karya Ilmiah, Karya Ilmiah Populer, dan Karya Non Ilmiah. http://putrinurainiw.blogspot.com/2013/04/karya-ilmiah-karya-ilmiah-populer-dan.html.
Rivai, Muhammad. 2005. Tips Menulis Karya Ilmiah Populer. http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/7-Tips-Menulis-Karya-Ilmiah-Populer.html.
Samsumantri, Ika. 2012. Contoh Karya Ilmiah Populer. http://ikasamsumantri.wordpress.com/2012/10/12/contoh-karya-ilmiah-populer.



















1 komentar: