MAKALAH
Karya
Ilmiah Populer
Dosen
Pembimbing:
Agustine
Nurhayati, M. Pd.
Oleh:
Sururun
Marfu’ah (13711014)
Fika
Rizqiatun Nisak (13711017)
Wahyu
Agung Laksono (13711011)
Fakultas
Psikologi
Universitas
Muhammadiyah Gresik
2013
A.
Pengertian
Karya
ilmiah populer merupakan sebuah tulisan yang bersifat ilmiah, tetapi
diungkapkan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti atau Karya ilmiah populer merupakan suatu karya yang
ditulis dengan menggunakan bahasa yang populer sehingga mudah dipahami oleh
masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Menurut
Liang Gee (dalam Dalman, 2012: 155) karangan ilmiah populer adalah semacam
karangan ilmiah yang mencakup ciri-ciri karangan ilmiah, yaitu menyajikan
fakta-fakta secara cermat, jujur, netral, dan sistematis, sedangkan
pemaparannya jelas, ringkas, dan tepat.
Menurut Wardani (2007:17) karya ilmiah populer
adalah karya ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang populer atau santai
sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Untuk dapat
mengerti pengertian karya tulis ilmiah populer, ada baiknya kita mengkajinya
dari kata-kata pembentuknya yaitu tulisan, ilmiah, dan populer. Tulisan adalah
istilah yang digunakan untuk menyatakan sebuah karya tulis yang disusun
berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. Orang yang
menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain itu disebut penulis.
Dalam KBBI (2002:370-371) disebutkan bahwa kata ilmiah
diartikan sebagai bersifat ilmu atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan,
sedangkan ilmiah populer diartikan sebagai mengunakan bahasa umum sehingga
mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Sedangkan istilah populer sendiri artinya dalam Kamus
Bahasa Indonesia disebutkan bahwa populer berarti dikenal dan disukai orang
banyak (umum). Bisa juga berarti sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada
umumnya, atau mudah dipahami orang banyak. Istilah popular merujuk kepada
penggunaan bahasa yang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh
masyarakat pembacanya yang begitu beragam.
Karya tulis ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang
bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan
dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Slamet Suseno (dalam Dalman, 2012: 156) mengemukakan
bahwa karya tulis ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur
tulisan orang lain daripada dengan jalan menulis gagasan, pendapat, dan
pernyataannya sendiri. Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi
pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana
mengenai hal-hal kehidupan sehari-hari.
B.
Ciri-ciri
Karya Ilmiah Populer
Ciri-ciri
karangan ilmiah popular:
1.
Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2.
Fakta yang disimpulkan subyektif
3.
Gaya bahasa formal dan popular
4.
Mementingkan diri penulis
5.
Melebihkan-lebihkan sesuatu
6.
Usulan-usulan bersifat argumentatif
7.
Bersifat persuasif.
C.
Karakteristik Karangan Ilmiah Populer
karakteristik karangan ilmiah populer yaitu:
- Apabila pembaca artikel jurnal adalah profesional atau spesialis dalam suatu disiplin ilmu, maka pembaca karangan ilmiah populer adalah masyarakat umum, awam atau profesional dalam bidang lain.
- Apabila penulis artikel jurnal selain memberikan nama, lembaga akademik tempat ia bekerja serta kualifikasi akademiknya, maka penulis karangan ilmiah populer menuliskan nama tanpa informasi lain, kecuali ia adalah repoter.
- Apabila artikel jurnal ditulis dengan gaya tulis faktual dan “dingin” (tak-emosional) demi objektifitas, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan gaya informal, anekdot, personal, serta menghibur.
- Apabila artikel jurnal ditulis dengan kalimat yang lebih kompleks dan relatif panjang serta penuh dengan istilah teknis, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan kalimat-kalimat singkat dan sederhana serta mudah dibaca.
- Apabila artikel jurnal menyertakan kutipan, catatan kaki (footnotes) dan daftar pustaka agar materi yang ditulis dapat divalidasi, maka karangan ilmiah populer umumnya tidak meyertakan informasi-informasi tersebut.
- Apabila artikel jurnal lebih dipenuhi tulisan verbal dan sedikit tabel, maka karangan ilmiah populer seringkali dilengkapi dengan berbagai ilustrasi, gambar, foto, dll.
g. Apabila
kebenaran isi artikel jurnal dievaluasi melalui reviu oleh sejawat atau dewan
pakar sebagai “referee”, maka pertanggungjawaban isi karangan ilmiah
populer cukup diberikan oleh editor majalah.
D. Menulis Karangan Ilmiah Populer
Banyak majalah atau surat kabar mempunyai rubrik iptek
yang memuat tulisan-tulisan yang memaparkan aspek khusus iptek dengan
menggunakan bahasan umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam. Tulisan
seperti itu dinamakan karangan ilmiah populer, yang dikarang oleh penulisnya
untuk mengomunikasikan sejarah, penemuan, perkembangan baru, aplikasi, atau
juga isu kontroversi iptek kepada masyarakat awam agar mereka dapat mengikuti
perkembangan iptek tersebut. Tidak seperti halnya artikel jurnal, karangan
ilmiah populer dari sudut materi tidak mendalam, namun memberi kejelasan kepada
awam tentang fenomena iptek.
Keberadaan karangan ilmiah populer di majalah dan
surat kabar di samping menjadi wahana untuk mengomunikasikan iptek kepada
masyarakat awam, juga membawa misi menghibur atau menjadi selingan (entertainment) bagi pembaca majalah atau
surat kabar tersebut. Oleh karena misinya seperti itu, maka sebuah karangan
ilmiah populer harus menarik pembaca majalah dan surat kabar untuk membacanya.
Berbeda halnya dengan jurnal ilmiah yang harus dibaca oleh para profesional
dalam bidangnya, majalah dan surat kabar harus bersaing merebut hati
pembacanya. Dalam kaitan itu, karangan ilmiah populer dalam media massa perlu
berkontribusi pada pembentukan daya tarik media secara keseluruhan. Bahkan
dapat pula justru karangan-karangan ilmiah populer menjadi “selling point” media massa tersebut.
Mengetahui
bagaimana menulis karangan ilmiah populer sangat penting bagi ilmuwan yang
memosisikan diri sebagai komunikator iptek atau jurnalis iptek, baik sebagai
pekerjaan utama atau tambahan.
E. Topik Karangan Ilmiah Populer
1.
Mengaitkan dengan kondisi aktual
Contoh: Masih
segar dalam ingatan kita ketika beberapa waktu yang lalu, Kementrian Komunikasi
dan bersama-sama dengan komunitas telematika Indonesia meluncurkan satu konsep
bulan telematika ICT (Information and Communication Technology) month yang akan
jatuh pada bulan Agustus 2003. Tujuan utamanya adalah usaha sosialisasi
aplikasi teknologi informasi dan komunikasi memberikan kontribusi signifikan
terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat…
IlmuKomputer.com, Strategi mengelola situs E-Learning Romi Satria Wahono.
IlmuKomputer.com, Strategi mengelola situs E-Learning Romi Satria Wahono.
Tulisannya
dimulai dengan leading kondisi aktual. Sebagian pembaca mungkin pernah
mendengar konsep bulan telematika yang sedang aktual. Tapi apa sebenarnya di
balik konsep itu? Nah dari kondisi aktual inilah penulis membidik pembaca.
2.
Mengaitkan dengan kegiatan sehari-hari
Contoh:
Sebenarnya menangis saat mengupas/ memotong/ mengiris bawang bisa menyehatkan
mata. Beberapa pakar percaya, air mata yang keluar karena rangsangan hawa
bawang membersihkan mata dan kelopaknya dari debu dan kuman. Keluarnya air mata
ini membuat mata bening dan berbinar. pikiran-rakyat, Tak cengeng saat mengupas
bawang Febdian Rusydi.
Contoh diatas
bernuansa entertainment, artinya topik yang dipilih mudah dicerna, membacanya
bersifat refreshing. Mudah dicerna karena berkaitan erat dengan kejadian
sehari-hari. Siapa yang tidak pernah merasakan perihnya memotong bawang? Lain
halnya dengan tulisan ilmiah hasil penelitian kandungan bawang berikut
metodenya. Siapa peduli membacanya? Ilmiah populer yang berkaitan dengan
kejadian sehari-hari membuat pembaca merasa sedikit lebih clever setelah
membacanya. Merasa puas mengerti apa yang terjadi disekitarnya. Dengan cara ini
pembaca awam menjadi akrab dengan ilmu di luar spesialisasinya.
3.
Menyajikan value added (nilai tambah)
Contoh: Nama
baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika
dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi
konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut karena SDM pihak kepolisian & aparat
keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi
Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta
barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
IlmuKomputer.com, Belajar menjadi Hacker, Onno W. Purbo.
Bagi sebagian
pembaca awam, hacker suatu dosa berat. Tapi penulis memilih sudut pandang yang
unik: belajar hacker itu penting untuk keamanan. Dengan penyajian ini, pembaca
merasa perlu belajar ilmu si penulis: ada value added dari topik yang
disajikan.
4.
Memperkenalkan ilmu atau temuan baru
Teknologi ini
mula-mula dipraktekan di negara yang terkenal dengan budaya gourmet alias
Perancis. Akhir-akhir ini banyak berkembang di Jerman. Bagaimana tidak, kompor
dengan teknologi induksi banyak membawa keuntungan. Panasnya cepat, mudah
diatur. Dan yang paling menentukan, permukaan kompor dari bahan keramik ini
tidak panas sama sekali. Hanya isi panci anda yang
menjadi panas! Amazing bukan? Tidak seperti kompor listrik, dengan teknologi
induksi ini panas tidak terjadi pada permukaan kompor, melaikan dalam panci itu
sendiri. Kochen mit Induktion, Anja Anja Arp, Servize Zeit wdr.
Memperkenalkan
ilmu atau temuan baru serta mengaitkan dengan kebutuhan masyarakat adalah salah
satu tugas penulisan ilmiah populer. Dengan memperkenalkan iptek, tingkat
acceptance iptek itu sendiri semakin bertambah di kalangan masayarakat. Tidak
harus melulu, kebutuhan sehari-hari, contoh lain sejenis misalnya manfaat
penggunaan software SAP untuk bidang bisnis, teknologi baru operasi dengan
laser di rumah sakit, dsb.
F. Gaya Penulisan Karangan Ilmiah
Populer
Mulai karangan dengan pendahuluan
yang kreatif, yang mampu merangkul atau mencuri perhatian pembaca, serta
mendorong pembaca untuk membaca bagian-bagian berikutnya. Lebih kreatif bagian
pendahuluan, lebih besar peluang suatu karangan ilmiah populer dibaca tuntas
pembacanya. Kalimat-kalimat perlu dirangkai sehingga di samping memberikan
kejelasan maknanya dan berkontribusi pada tema artikel, juga menyebabkan
pembaca tertarik untuk membaca artikel sampai tuntas.
Agar mudah dicerna pembaca secara
lebih luas, karangan ilmiah populer hendaknya ditulis dengan panjang kalimat
dan panjang paragraf yang sesuai bagi pembaca, dari berbagai lapisan
masyarakat. Pembaca majalah atau surat kabar tidak mempunyai tingkat pendidikan
seperti penulis, hingga jangan menggunakan kata-kata yang tidak akan
dimengerti. Pemahaman terhadap isi artikel akan menyebabkan pembaca menyenangi
apa yang dibacanya dan merasa nyaman dengan majalah atau surat kabar pemuatnya
secara keseluruhan.
Gunakan bahasa yang kolokial
(informal) untuk mengembangkan “hubungan yang dekat” antara penulis dan
pembaca. Buat pula agar pembaca merasa sedang berdialog secara sejajar dengan
penulisnya, bukan sedang diajari oleh seorang pakar.
Tingkatkan dimensi “human interest” dari artikel ilmiah
populer yang ditulis, dengan cara memasukkan unsur cerita, anekdot, dan humor
pada artikel. Pada dasarnya, manusia lebih tertarik pada cerita tentang orang
lain daripada objek lainnya. Oleh karenanya, memberikan sentuhan-sentuhan
kemanusiaan pada karangan ilmiah populer dapat meningkatkan daya tarik artikel
tersebut.
Gunakan
analogi dan metafora untuk memberikan penjelasan tentang suatu proses yang
kompleks. Sertakan ilustrasi-ilustrasi bergambar untuk memperjelas, selingan,
dan juga hiasan, seperti halnya foto, diagram, tabel, gambar, atau karikatur.
Tiap
paragraf harus terstruktur dengan cara yang sama. Paragraf harus mulai dengan
kalimat topik, dan lalu diikuti oleh informasi yang berhubungan dengan topik
dalam kalimat topik. Sistematika penulisan dapat berbagai macam, bergantung
pada pada sifat materi yang dipaparkan.
Apa
pun pola pengembangan paparan yang dipilih, harus menunjukkan kelogisan
paparan, sehingga mereka merasa nyamanketika membaca artikel tersebut, serta
mengerti apa yang dibacanya itu. Tutup artikel dengan sebuah rangkuman yang
menjadi simpulan dari semua paparan. Penutup merupakan titik kekuatan artikel,
sehingga perlu ditulis secara hati-hati.
G. Contoh Artikel Karya Ilmiah
Populer
Pertumbuhan emosional dan
Bimbingan Orang Tua untuk Remaja
Ketika anak-anak tumbuh menjadi
remaja mereka menghadapi tekanan tambahan yang mereka telah terisolasi dari
tahun-tahun sebelumnya mereka. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat dari
kegiatan sosial tambahan, tanggung jawab sekolah tambahan atau bahkan sebagai
hasil dari mereka yang ingin mengambil keputusan sendiri tanpa bantuan orang
tua atau wali. Hal ini dapat menyebabkan mereka cukup penderitaan yang pada
saat yang sama juga dapat membantu pertumbuhan emosional mereka. Mereka perlu
belajar untuk mengatasi stres dan situasi yang tidak biasa ketika menghadapi
kecemasan dan ketidakberdayaan kemungkinan.
Orang tua dari remaja dalam situasi
seperti kadang-kadang cukup sulit ditekan menjadi ingin melakukan sesuatu untuk
meringankan masalah remaja itu. Setiap gangguan dalam proses alami pembangunan
penuh dengan bahaya. Orang tua hanya bisa memberikan nasihat bila diminta dan
akan melakukan dengan baik untuk menjauhkan diri dari campur kecuali situasi
mengancam yang melihat. Mereka harus terus berusaha untuk mendorong harga diri
remaja dalam rangka untuk memungkinkan mereka untuk memiliki kepercayaan diri
untuk berurusan dengan situasi yang tidak biasa mereka menemukan diri mereka
masuk Dalam situasi seperti itu, tekanan teman sebaya dan interaksi dengan
orang-orang usia mereka sendiri lebih dari kemungkinan untuk bisa membantu. Hal
ini sangat membantu jika rekan-rekan mereka telah menghadapi situasi yang sama
dan memiliki pelajaran dari itu. Berbagi pengalaman ini adalah cara yang bagus
untuk ikatan dan persahabatan yang menghasilkan bentuk ini mungkin akan tahan
lama dan berguna untuk remaja.
Orangtua perlu menjadi cerdas secara
emosional memiliki pengaruh pada remaja yang akan memungkinkan mereka untuk
menjadi sadar sosial sambil tetap stabil dan fleksibel dalam emosi mereka.
Ketika orangtua berinteraksi dengan
anak, terutama remaja, tingkat stres tertentu yang dibawa masuk orang tua perlu
menjaga stres ini terkendali karena hal ini dapat dengan mudah dirasakan oleh
remaja. Stres ini dapat menyebabkan anak menemukan interaksi terus-menerus
menjengkelkan dan dapat menyebabkan anak untuk menghindari situasi. Menerima
kenyataan bahwa sebagai orangtua Anda juga manusia dan memiliki kebutuhan Anda
sendiri waktu dan ruang. Biarkan remaja tahu ini cukup tegas dan hampir yakin
bahwa remaja akan menerima kenyataan dan hidup dengan itu. Jadilah konsisten
dalam semua transaksi Anda dengan masalah mereka dan bahkan jika mereka
menemukan keputusan Anda menjengkelkan, mereka masih akan menghormati untuk
keteguhan yang Anda tunjukkan.
Janganlah salah perasaan bersalah
datang ke berurusan dengan anak remaja Anda. Anak-anak selalu cepat untuk
menemukan perasaan seperti itu dan lebih dari kemungkinan untuk mengambil
keuntungan dari itu. Jika Anda merasa bersalah dengan cara apapun, lebih baik
untuk memperbaiki situasi yang menyebabkan rasa bersalah ini. Tampilkan remaja
Anda rasa hormat yang masih muda dan mengembangkan kepribadian telah datang ke
harapkan. Mendengarkan masalah mereka dan saran yang mereka miliki dan tidak
pernah berbaring hukum. Jelaskan situasi Anda dengan cara yang dewasa. Remaja
akan merespon saat Anda menempatkan tanggung jawab dari pemahaman pada mereka.
(Internet, http://ikasamsumantri.wordpress.com/2012/10/12/contoh-karya-ilmiah-populer.)
Daftar
Pustaka
Alek A & Achmad H.P. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana.
Nuraini Widiyanti, Putri. 2013. Karya Ilmiah, Karya Ilmiah Populer, dan Karya Non Ilmiah. http://putrinurainiw.blogspot.com/2013/04/karya-ilmiah-karya-ilmiah-populer-dan.html.
Rivai, Muhammad. 2005. Tips Menulis Karya Ilmiah Populer. http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/7-Tips-Menulis-Karya-Ilmiah-Populer.html.
Samsumantri, Ika. 2012. Contoh Karya Ilmiah Populer. http://ikasamsumantri.wordpress.com/2012/10/12/contoh-karya-ilmiah-populer.
Mantap, akhirnya ketemu juga contoh karya ilmiah populernya. Terimakasih kak..
BalasHapus